Open Letter: Surat untuk Dosen

Jakarta, 29 April 2007

Assalamualaikum Dosen-dosenku,

selamat siang, Ibu dan Bapak dosen. Apa kabar ? Saya berharap Ibu dan Bapak selalu dalam keadaan baik-baik saja, tidak kurang satu apapun. Surat ini saya tulis sebagai bentuk kecintaan saya terhadap almamater jurusan, dan rasa sayang saya terhadap dosen-dosen. Tulisan berikut ini merupakan bentuk aspirasi saya selama saya menempuh pendidikan di jurusan bahasa asing selama 12 semester. Mungkin ada baiknya bila surat ini saya awali dengan menceritakan perasaan bahagia saya ketika saya berhasil lolos UMPTN dan diterima di universitas negeri jurusan bahasa asing.

Saya adalah lulusan program Bahasa SMU 90 tahun 2001. Saya memang selalu tertarik dengan bahasa, maka saya memutuskan untuk mengambil program Bahasa pada saat penjurusan. Sebelum saya memutuskan untuk mengambil program Bahasa di SMU, keluarga (terutama Ibu) kurang menyetujui pilihan saya tersebut. Beliau berpendapat bahwa jurusan Bahasa kurang menjamin cerahnya kehidupan saya di masa depan. Saya berhasil meyakinkan Ibu saya, bahwa Jurusan Bahasa merupakan jalan hidup saya, dan saya yakin bisa berhasil di masa depan. Akhirnya beliau luluh dan menyetujui. Bahasa asing tambahan yang saya dapatkan di SMU adalah Bahasa Jerman. Saya tergolong murid yang sedang-sedang saja kemampuannya, namun karena saya tertarik dengan bahasa asing,  Alhamdulilah, pada saat EBTANAS saya berhasil mendapatkan nilai yang cukup memuaskan. Nilai bahasa Jerman saya: 8,5 (paling tinggi dari semua mata pelajaran yang di-EBTANAS-kan). Nilai yang cukup bagus tersebut memotivasi saya untuk terus melanjutkan belajar bahasa Jerman di universitas negeri.

Saya memang sengaja memilih universitas negeri ini, karena dalam benak saya, saya tidak hanya belajar tentang puisi atau hal-hal yang berbau sastra Jerman saja tapi juga segala hal mengenai bahasa dan kehidupan di Jerman. Dan ternyata memang benar. Mata kuliah yang ditawarkan di universitas ini beragam. Semua tentang Jerman mulai dari bahasa, kultur, literatur, penulisan ilmiah, bahkan bahasa Jerman untuk profesi dan juga pariwisata. Semester demi semester saya lalui di jurusan Bahasa Jerman. Nilai saya pun bervariasi mulai dari A sampai E. Perjalanan saya di jurusan memang tidak mulus. Karena kurang aktif di kelas, kurang tekun belajar dan karena sering telat masuk kelas, akhirnya saya pernah gagal di salah satu mata kuliah pada semester 2. Hal tersebut sempat membuat saya sedih, karena itu berarti saya akan tertinggal satu tahun dibandingkan teman-teman seangkatan. Tapi saya mencoba untuk lebih rajin lagi di semester yang akan datang.

Pada akhirnya sampailah saya di penghujung masa kuliah. Saya membuat skripsi dengan tema yang berhubungan dengan pariwisata. Saya mulai menulis skripsi pada semester 9. Ketika itu, teman-teman seangkatan juga sedang menulis skripsi. Kami semua saling menyemangati dan selalu meyakinkan diri kami masing-masing bahwa kami bisa menyelesaikan kuliah dan lulus di semester 10. Pada saat itu, sebagian besar dari kami sudah ada yang bekerja dan karena jadwal konsultasi bimbingan cukup fleksibel (mengikuti jadwal mengajar dosen), akhirnya skripsi pun terbengkalai. Beberapa dari teman-teman saya akhirnya mengulang mata kuliah seminar. Saya pun tadinya sempat mengajar, namun karena menyadari betapa pentingnya menyelesaikan kuliah, akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dan kembali fokus pada menulis skripsi.

Singkat cerita, saya akhirnya maju ujian dan berusaha unutk menyelesaikan perbaikan skripsi dalam waktu kurang dari 3 bulan, supaya saya bisa mengikuti wisuda bulan maret 2007. Namun apa daya, perbaikan tidak kunjung di-ACC dan akhirnya rencana wisuda saya mundur menjadi September 2007.

Setelah semua urusan pendaftaran wisuda selesai, saya akhirnya mengetahui bahwa nilai skripsi saya kurang memuaskan. Satu hal yang saya pertanyakan adalah: mengapa saya tidak diberitahu dari awal bahwa kemungkinan nilai kurang memuaskan untuk skripsi dapat terjadi pada saya? Jujur saja, hal ini sempat membuat saya sedih. Sedih karena saya telah mengerjakannya dengan sepenuh hati dan bahwa tema yang saya pilih memang tema favorit saya, dan terutama sedih karena selama ini dosen-dosen pembimbing saya tidak menyatakan keberatan dengan tema skripsi saya…lalu mengapa saya dibiarkan mendapatkan nilai kurang memuaskan? Maaf, kalau saya terdengar sangat egois dan terkesan tidak mensyukuri hasil jerih payah sendiri…tapi..sekali lagi..Maaf…justru karena saya merasa saya sudah memberikan yang terbaik, maka saya merasa sedih hasil saya tidak dihargai.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai melihat bahwa semua ini ada hikmahnya. Di balik semua kebahagiaan dan kesedihan pasti terselip hal positif yang bisa saya ambil sebagai pelajaran hidup. Kuliah 6 tahun untuk beberapa orang akan dinilai sebagai kebodohan yang amat sangat, tapi bagi saya kuliah 6 tahun berarti saya telah memupuk persahabatan yang lebih subur dan mengenal sahabat-sahabat saya secara mendalam, yang pada akhirnya merupakan modal besar bagi persahabatan saya sampai sekarang. Nilai skripsi C untuk beberapa orang akan dianggap sebagai hal paling memalukan, tapi nilai skripsi C-saya merupakan pertanda bahwa saya telah menyelesaikan kuliah 6 tahun saya. Dan bahwa saya mendapatkan kepuasaan tersendiri selama pengerjaan skripsi saya (karena saya menyukai tema yang saya pilih), itu merupakan bonus. Dari dalam hati saya yang paling dalam, saya berterima kasih kepada dosen-dosen saya yang dengan sabar membimbing saya menjadi orang yang lebih tangguh sekarang. Menjadi orang yang harus lebih perhatian kepada murid-murid saya. Menjadi orang yang terus berusaha memberi contoh yang baik pada orang lain. Pelajaran itulah yang saya dapatkan selama kuliah.

diselesaikan pada tanggal 18 Juli 2008

About these ads

2 thoughts on “Open Letter: Surat untuk Dosen

  1. morgen..

    salam kenal dari saya..
    saya saat ini masih manjadi mahasiswa..
    Saya ingin berbagi cerita saja teringat cerita yang saya baca dari surat kaka..

    ceritanya saya pun sedang menulis ‘skripsi’ saat ini..dan saya sudah masuk di semester 10 saat ini..
    huufffttt rasanya perjuangan menyelesaikan skripsi di jurusan kita seperti taruhan hidup dan mati ka..

    rasanya ingin nerputus asa..
    ingin segera cepat lepas dari situasi yang menyebalkan ini..

    tangis dan duka menyelimuti selalu hari-hari saya ka..

    ternyata dari surat kaka yang saya baca, masalah n kendala skripsi dari dulu hingga sekarang dama ya ka..

    TIDAK ADANYA PERUBAHAN yang membuat ketersiksaan n menggantungnya masa depan kami..

    huuft banyak sekali uneg2 yang ingin saya utarakan kepada dosen kita tercinta kita bahwa kami merasa tersisihkan dari pergaulan karena kelulusan yang tiada pasti..

    well..thx berbagi ceritanya ka..
    nasip tetap di tangan Allah saya percaya itu..
    wish all success ^^

    • saya berharap semua yang lagi berjuang di jurusan ini diberi kekuatan utk menyelesaikan kuliah. pokoknya kuliah harus selesai. nantikan kehidupan sebenarnya di luar gedung E! terus semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s