Di hari ulang tahun saya beberapa minggu lalu saya justru mendapat umpatan, kritik dan amarah dari seorang Ibu di tempat saya bekerja. Dengan amarah memuncak dia membuka jendela tempat kerja saya dan bertanya tentang pelatih renang ekstra kurikuler yang tidak kunjung datang, sementara murid-murid yang berusia antara 6-7 tahun sudah kepalang masuk ke kolam renang tanpa pengawasan. Saya yang ketika itu sedang berbicara dengan bagian sekretariat, mencoba menenangkan dan meminta penjelasan tentang apa yang Ibu itu coba sampaikan.
Dia menanyakan kepada saya siapa yang harusnya bertanggung jawab atas kebodohan yang terjadi di kolam renang, bahwa ada sekitar 8 anak sudah di dalam kolam renang tanpa pengawasan dan..inilah yang membuat Ibu itu marah sejadi-jadinya, ternyata anak Ibu tersebut adalah salah satu yang sudah masuk ke kolam renang. Dengan kesan menuduh dan menudingkan jari telunjuk lengkap dengan nada bicara yang menurut saya kasar, saya malah dalam hati hampir berterima kasih karena tidak ada satu pun anak murid yang ada di sekitar kami pada saat itu. Pada saat itu juga saya langsung berpikir bahwa bila saya menjadi seorang Ibu, saya akan berusaha untuk menjaga nada bicara, pemilihan kata saya dalam menyampaikan komentar, kritik ataupun amarah kepada pihak manapun. Dan untuk sekedar mengalihkan pendengaran saya dari kata-kata kasar Ibu tersebut, saya lebih baik menelepon pelatih renang dan menanyakan keberadaan mereka. Ternyata miskomunikasi membuat eks-kul renang pada hari itu ditiadakan dan intinya 2 pelatih renang tersebut tidak datang ke sekolah.
Bagian Sekretariat yang ketika itu juga ada bersama saya pada saat kejadian dan merasa sakit hati mendengar ucapan Ibu tersebut tentunya tidak bisa diam saja dan akhirnya memberikan penjelasan kepada Ibu tersebut.
Bagaimanakah suasana hati saya yang ketika itu sebenarnya sedang siap-siap untuk potong kue ulang tahun yang dihadiahkan kolega kerja saya? Oo….saya hanya menganggap angin lalu. Jujur saja, di ulang tahun saya tahun 2011 ini, dengan bertambahnya umur…saya justru merasa makin tidak ambil pusing terhadap perlakuan kasar atau kurang mengenakkan dari orang-orang terhadap saya. Saya mencoba mengingat kembali kata-kata di artikel tentang Tip Awet Muda (saya pernah menuliskannya di blog ini). Salah satu tip itu adalah: Hanya pertahankan teman yang menyenangkan. Teman yang banyak berkeluh kesah, yang sifatnya menjengkelkan…mereka menguras energi.
Kalau boleh saya coba jelaskan dengan kalimat saya sendiri, tentunya itu tidak berarti saya pilih-pilih teman atau saya hanya mau berteman dengan mereka yang inginnya pergi bersenang-senang, menghambur-hamburkan uang. Bukan itu yang saya inginkan. Demi kebaikan emosi dan perbaikan pribadi diri saya sendiri, saya mencoba berpikir positif tentang apapun. Tentang keluarga, pekerjaan dan teman-teman saya….saya berusaha melihat semua aspek kehidupan dengan kacamata positif. Ya..ya..ya… kata-kata positif dan pikiran positif membuat kita bosan. Tapi itu berhasil membuat saya sedikit tenang dengan diri saya sendiri. Apapun yang saya punya, terima dan kerjakan sekarang….saya coba mensyukurinya dan menjalankannya dengan positif.
Termasuk dengan hubungan antar teman, kolega ataupun kenalan, saya coba melihat mereka dengan pikiran positif. Kalau keluhan dan sifat menjengkelkan mereka hanya akan merusak pikiran positif yang saya coba bangun di diri saya sendiri, maka….lebih baik saya tenangkan diri saya dulu dengan mengurangi intensitas hubungan dengan mereka dan membuat diri saya menjadi orang yang lebih baik lagi.
Jadi bila Anda punya keluhan dan kritikan, sampaikan saja. Karena itu akan membuat saya menjadi orang yang insya Allah lebih baik dan kuat di masa depan! Mungkin perasaan itulah yang menjadi hadiah terbaik yang saya dapatkan di ulang tahun saya kali ini. And it’s a wonderful feeling!
Jakarta, 18.09.11
Happy birthday, Rina..
every single way you’ve been through,
every obstacles you found,
they surely makes you wiser and stronger.
it will nice at the end.
-lg-
By: Dessy on October 19, 2011
at 7:01 am